Senin, 17 Februari 2020

BUCIN


"Bucin"
Budak Cinta atau Bukti Cinta.
Budak adalah suatu kata sifat dan kata kerja yang biasa digunakan untuk menamai seseorang yang sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. apabila seseorang telah di namai Budak maka hak kemerdekannya sudah tidak ada dan dia sudah di anggap sebagai barang yang nantinya di perjual belikan. keberadaanya lebih rendah dari seorang Babu atau kurang lebih seperti binatang. Mengapa keberadaannya lebih rendah dari seorang budak atau pembantu dan bahkan lebih rendah pula dari binatang? Karena Budak adalah seseorang atau kelompok yang memiliki Tuan atau majikan dimana segala perintah dari tuannya itu harus di turuti dan budak tidak perlu di bayar atau di gaji ketika melakukan suatu pekerjaan.
Cinta adalah susatu yang indah setiap mahluk hidup di muka bumi ini pernah merasakannya. bahkan suluruh alam semesta ini di ciptakan atas dasar cinta maka dari itu sebagai mahluk yang memiliki rasa cinta tetaplah mencintai kepadaNya yang menciptakan cinta. Menjadi mahluk hidup, sejak di lahirkan manusia sudah di besarkan dengan yang namanya cinta, sebab tanpa cinta manusia tidak akan ada. Maka dari itu manusia tidak bisa lepas dari namanya cinta, bahkan cinta sudah termaksud di dalam suatu kebutuhan. Kebanyakan cinta manusia lebih besar kepada sesama manusia padahal Tuhan menciptakan cinta agar manusia makin mencintainya tapi hal itu tidak sesuai dengan expetasi atau bertolak belakang. Sebab manusia terlena dengan cinta yang sesungguhnya bahkan ada yang di buat "mabuk" di buatnya yang lebih mengejutkan adalah ada sampai di buat gila karenanya dan yang lebih parahnya ada yang di buat sampai kehilangan nyawa. Cinta itu adalah salah satu kata sifat yang sering manusia alami. Jika seseorang yang tidak mampu memahami atau tidak bisa memahami dan mengendalikan cinta maka ia akan mengalami seperti hal yang telah di jelaskan sebelumnya, jika tidak ia akan di perbudak olehnya, dengan kata lain di jaman sekarang sering di sebut dengan Budak cinta (Budak Cinta).
Berbicara soal Budak cinta maka tidak lepas dari salah satu sosok manusia yang telah menjalin suatu hungungan baik dari segi pacaran atau sudah menikah. budak cinta disini sering di tafsirkan oleh orang lain ke hal-hal yang kurang menyenangkan oleh karenanya apa bila seseorang di sebut budak cinta maka akan mengarah ke perbudakan menuruti apa kemauan pasangannya tanpa mengharapkan imbalan dari seseorang yang menurutnya orang yang sangat ia cintai. Padahal jika di tinjau dari sudut pandang yang berbeda maka seseorang tersebut bukanlah budak dari cinta tetapi ia hanyalah menjalankan apa koridor dari cinta itu sendiri sebab cinta adalah kata sifat ataupun suatu bentuk ungkapan perasaan yang tidak mampu di jelaskan. oleh karena itu ia hanya mampu mengungkapkan cintanya kepada pasangannya lewat pengorbanan. jika di tinjau dari hukum-hukum cinta maka cinta tidak butuh hanya sekdar kata-kata yang nantinya akan terindikasi  rayuan semata, sebab cinta yang sesungguhnya butuh sebuah pengorbanan. Pengorbanan untuk cinta tidak bisa di samakan dengan sebuah kata budak jika seandainya pengorbanan cinta di tafsirkan dengan budak cinta maka seseorang tersebut bisa di katakan orang yang belum memahami apa yang di namakan cinta dan ia belum paham hukum-hukum atau pun syarat-syarat dalam mencintai ataupun di cintai. Budak dan cinta adalah sesuatu yang berwatak sifat  dan keduanya  di artikan hanya sepihak maka akan memiliki tafsiran yang berbeda. sehingganya orang yang melakukan pengorbanan demi cintanya akan di sebut dengan Bucin atau Budak Cinta.
Penulis memiliki pandangan lain dari arti "Bucin" itu sendiri, oleh karenannya Bucin sendiri suatu pengorbanan demi cinta maka hal itu bisa di artikan dengan Bukti Cinta, sebab pengorbanan adalah salah satu bukti untuk mencintai bukan suatu bukti di samakan dengan budak. Bukti adalah suatu pengorbanan agar seseorang bisa memahami dan percaya sedangkan budak adalah suatu pengorbanan yang dilakukan secara terpaksa yang sama sekali tidak di beri ikbalan atas pengorbanan tersebut.
Sekian dan Terima Kasih.

Marxisme-Leninisme


Marxisme-Leninisme
Marxisme-Leninisme adalah suatu teori politik ekonomi yang di rumuskan dalam kerangka tafsirannya terhadap pemikiran marx. Teori politik dan ekonomi ini nantinya akan menjadi ideologi yang mendasari semua partai komunis pada abad kedua puluh. Di dalam teori ini, penulis ada satu pandangan yang kiranya cukup menarik untuk di bahas, yakni tentang konsep massa rakyat komunis yang ideal, dan upaya-upaya yang kiranya diperlukan untuk mewujudkannya. Komunisme sendiri, sebagai bagian dari Marxisme-Leninisme, adalah suatu paham yang menyatakan bahwa negara haruslah ditata berdasarkan pada kepemilikan kolektif atas semua harta benda, dan pengaturan di dalam tata politik ini dilakukan oleh pemerintah yang juga bertanggung jawab pada kepentingan semua warganya. Tidaklah berlebihan jika dikatakan, bahwa Leninlah yang membawa pemimiran Marx, sedikit banyak, menjadi realitas. Di dalam tulisan-tulisannya, Marx memang sudah menulis bahwa kapitalisme akan hancur pada akhirnya, dan kemudian terciptalah masyarakat sosialis. Akan tetapi Leninlah yang memikirkan, bagaimana supaya kapitalisme bisa hancur. Dialah pendiri Uni Soviet, sudah negara yang menjadi pusat gerakan komunisme internasional, sekaligus negara adikuasa kedua di dunia selama hampir seluruh abad kedua puluh. Pada masa-masa jayanya, komunisme menjadi bentuk pemerintahan dari 18 negara di dunia. Melalui pikiran dan tindakannya yang agresif-revolusioner, Lenin membantu tegaknya komunisme di russia pada revolusi 1917. Yang menarik adalah, tidak lama setelah lenin meninggal pada tahun 1924, stalin penggantinya langsung memberikan label pada pemikiran-pemikira  lenin sebagai leninisme. Dengan demikian, pemikiran Lenin kemudian lebih dikenal sebagai Marxisme-Leninisme. Ajaran inilah yang nantinya akan menjadi inti dari seluruh ideologi Komunisme di seluruh dunia. Ajaran ini jugalah yang menjadi inspirasi bagi perjuangan revolusioner hampir di keseluruhan abad kedua puluh. Kiranya tindakan berlebihan yang di tulis Magnis-suseno, bahwa komunisme, sebagai kekuatan politik yang paling di takuti pada abad keduapuluh, tidak akan pernah ada tanpa lenin. "KataFilsuf"
Terima Kasih...